Friday, May 10, 2013

Surat Dari Ayah




Ku terjaga karena silau
“apa yang kau lakukan nak ?” Tanyaku,
Kau hanya pergi acuhkan ku......

“bagaimana bisnismu ?”
“ya” Katamu,
Tapi rupanya telpon
Lawan bicaramu.........

Aku memperhatikan,
Tapi kau tidak....
Aku bicara,
Tapi kau tulii
Entah bagaimana,
Kau tampak seperti batu,.....

“ada kawanmua menunggu”
Kataku,
Kau berlari dan menyambutnya hangat....
Dia bicara, kau mendengar....
Aku bicara, kau bicara dengannya....
Aku salah........
Akulah yang tampak seperti batu..
Seperti batu..

Aku menangis di sudut,
Memandang langit yang tengah bersungut,
Tak tahu apa,
Entah apa,
Tapi tampaknya tentang mu..

Nak....
Aku sudah tua,
Terlalu tua,
Untuk mengingat cara
Berjalan, makan, bahkan membuat mu tertawa..

Tapi..
Buakn kah dulu kau begitu ?
Kau masih muda,
Terlalu muda,
Untuk mencoba berjalan, makan, bahkan membuatku tertawa..

Tapi aku berusaha....
Menuntunmu..
Hingga kau seperti ini....
Sekarang ...maukah kau menuntun ku ?

Aku gila,
Tak munggkin manusia yang mendengarkan batu
Aku memng seperti batu bagi mu...
Seprti batu...

Senja datang,
Malaikat menghadang,
Bahkan hingga ajal menjelang,
Aku masih seperti batu
Bagi mu... seperti batu...

created by : Zuhdina Sabiqoh

0 komentar:

Post a Comment

 
Ke Atas